Beragam Flora dan Fauna Cantik Ciptaan-Nya

Ketika kita mendengar kata “keanekaragaman”, dalam pikiran kita mungkin akan terbayang berbagai macam benda yang berbeda warnanya, bentuknya, ukurannya, tekstur dan sebagainya. Kata “keanekaragaman” memang untuk menggambarkan bermacam-macam keadaan yang berbeda pada suatu benda. Ada yang berwarna hijau, ada yang berwarna merah, ada pula yang berwarna putih. Ada yang besar, dan ada yang kecil. Ada yang lembut, ada pula yang kasar. Itulah keanekaragaman.

Sumber daya alam hayati adalah unsur-unsur hayati di alam yang terdiri dari sumber daya alam nabati (tumbuhan) dan sumber daya alam hewani (satwa).

Keanekaragaman hayati berarti tingkat variasi yang timbul karena perbedaan penampilan sifat pada hewan dan tumbuhan.

Coba ambil waktu sejenak dan bayangkan kita sedang berada di sebuah kebun. Kita lihat dan perhatikan ada seekor kupu-kupu, ia bersayap kuning. Lalu datang kupu-kupu lainnya dengan sayap berwarna hijau, ungu, dan hijau kuning. Mereka beterbangan mencari bunga untuk dihisap nektarnya. Ada yang hinggap di bunga berwarna ungu, dan bunga sepatu merah muda. Kita juga dapat melihat berbagai jenis burung yang bercuit di dahan pohon-pohon. Ada yang bertengger di pohon mangga, pohon rambutan, dan pohon jambu. Sudah berapa jenis hewan dan tumbuhan ya yang kita lihat di kebun ini? Banyak sekali ragamnya. Ini belum seluruhnya dari yang kita lihat di kebun ini, banyak hewan-hewan dan tumbuhan-tumbuhan lain yang ada di sini. Ini pun baru dari sebuah kebun. Bagaimana dengan kebun lainnya? Bagaimana dengan ragam hewan dan tumbuhan yang ada di taman? Bagaimana dengan yang ada di sawah? Di hutan? Di lautan? Bahkan jangan jauh-jauh, di lingkungan rumah pun sudah banyak sekali beraneka ragam hewan dan tumbuhan yang dapat kita temukan sehari-hari.

Kita ambil contoh satu bunga dari kebun tadi, yaitu bunga sepatu. Diintip dari Wikipedia, bahwa bunga sepatu dengan nama genus Hibiscus terdiri dari 200-220 spesies. Kemudian kupu-kupu, hewan ini di Pulau Jawa dan Pulau Bali saja tercatat lebih dari 600 spesies. Lalu mangga, anggotanya adalah kurang lebih 35-40 jenis mangga-manggaan yang menyebar di wilayah Asia tropis. Begitu banyak sekali bukan? Subhanallah, Maha Suci Allah yang telah menciptakan berbagai jenis hewan dan tumbuhan hingga dijadikanNya bumi ini sangat kaya. Keanekaragaman flora dan fauna yang dapat kita lihat merupakan bentuk kekuasaanNya.

Allah SWT berfirman “Dia-lah, yang Telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (An-Nahl: 10-11)

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak akamu ketahui.”(QS Al Baqarah:30)

Maha Besar Allah yang telah mengatur segala kehidupan di alam semesta sedemikian rupanya. Ia telah Menumbuhkan tumbuh-tumbuhan untuk kita, manusia sebagai khalifah di bumiNya. Ayo hendaknya kita selalu bersyukur..

Kini tak sedikit kita temukan berita terancam punahnya beberapa spesies fauna. Hingga mereka terbilang langka. Dahulu, badak Jawa atau badak bercula satu tidak hanya hidup di pulau Jawa tetapi ditemukan juga di Sumatra, Malaysia, Kamboja, Vietnam, dan India. Kini hewan ini hanya ada di Ujung Kulon, itu pun hanya tersisa sekitar 100 ekor saja. Ancaman terbesarnya adalah manusia. Manusia suka sekali berburu badak untuk diambil culanya. Cula badak dipercaya bisa diolah menjadi obat mujarab di ilmu pengobatan tradisional Cina namun belum dapat dibuktikan secara ilmiah.

Di Meksiko dan Nikaragua, 35.000 ekor kura-kura laut atau penyu dibantai setiap tahunnya. Selain diburu, kura-kura laut juga terancam akibat terperangkap jaring nelayan.

Pada 2007, sekitar 1.000 ekor kura-kura laut tanpa sengaja terbunuh akibat terperangkap jaring di Teluk Benggala. Perubahan iklim juga menjadi ancaman bagi kura-kura laut.

Dari ketujuh spesies kura-kura laut yang masih ada di dunia, seluruhnya masuk ke dalam daftar hewan yang terancam punah. Sebagian spesies berstatus “terancam punah” dan sebagian lainnya berstatus “sangat terancam punah”.

Sungguh memprihatinkan, bumi yang sungguh kaya ini pelan-pelan kehilangan ciptaan-ciptaanNya yang indah.

Yuk, kita syukuri segala yang telah Allah limpahkan. Kita sayangi mereka. Kita lestarikan flora dan fauna yang luar biasa cantiknya yang telah Allah ciptakan. Kita jaga lingkungan kita untuk mendukung keseimbangan ekosistem.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s